Postingan

Sisi Gelap “Generasi Suka-Suka Gue”: Terangkanlah

Jadi anak muda adalah penggerak. Anak muda adalah agent of change . Anak muda adalah harapan bangsa untuk memperbaiki negeri di masa mendatang. Harapan bolehlah setinggi langit, tapi pernahkah kita sama-sama merenung, Apa kabar anak muda saat ini? Sebagai bagian dari generasi muda, yang diharapkan akan membangun bangsa, saya ingin menyampaikan kegelisahan dan pemikiran idealis. Berkontribusi untuk membangun negeri, bisa dilakukan dengan cara apapun, tidak selalu harus gabung parpol, atau jadi presiden dulu baru mulai bergerak, bukan? Perenungan panjang yang dilalui, membuat kepala saya pusing, kenapa keadaan SDM kita seterpuruk ini? Hasil membaca berita, artikel, serta pengalaman di lapangan, membuat saya mengelus dada tanpa henti. Bukan berniat, sok jagoan, cuma melalui cari ini saya ingin berbagi kegelisahan untuk kemudian memberikan insight pada diri sendiri, apa yang sudah saya berikan untuk kehidupan? Sejauh ini, saya merasa beruntung juga bersyukur, karena bertemu dengan or...

Catatan Kuliah Semester Tua: Hal yang dirindukan dan Hilang

Perubahan mahasiswa semester akhir itu nyata, kalau dulu waktu jaman mahasiswa tingkat awal atau madya, kita pada rajin ngampus , dateng kuliah selalu on time , kalau telat ga melebihi batas toleransi dosen, plus masih punya semangat membara untuk belajar, organisasi dan sebagainya. Bahkan, pulang kuliah pun masih sigap ngerjain tugas sampai begadang juga dilakoni. But, nggak ada yang abadi dalam hidup ini, ada waktunya kita berubah dan bergerak, alias mau gak mau harus jadi mahasiswa angkatan tua. Jadilah perjalanan maba pun hanya tinggal kenangan (udah kayak judul lagu aja). Semakin hari jadilah kami, jajaran mahasiwa naik tingkat alias mahasiswa semester tua. Kerasa banget sih perbedaannya saat jadi mahasiswa tua. Semangat belajar mulai naik turun, kembang kempis kayak napas orang asma. Tiba-tiba merasa sendirian nan kesepian di tengah kampus yang luas. Temen-temen   yang pada sibuk dan punya urusan masing-masing. Lebih menjadi lebih dekat dengan laptop si Unyil, plus ...

Dear Haters...

Gambar
Sebagai manusia kita bukan hanya hidup dalam lingkungan yang selalu mendukung. Ada begitu banyak juga orang yang mungkin memberikan penilaian terhadap diri kita, tanpa pernah tahu usaha keras apa yang selama ini dilakukan. Wel l, pepatah ini ada benernya juga, “ Kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain”. Kadang aku setuju. Semakin kita dewasa dan berkembang pemikirannya, kita menyadari bahwa ada banyak ujian dalam hidup yang harus dilalui. Semakin besar sebuah pohon, angin yang bertiup pun semakin kencang. Mau tidak mau, kita dituntut untuk belajar serta beradaptasi untuk tetap survive. " Apapun yang terjadi, tetaplah berbuat baik" - Mita Tapi, aku juga sadar bahwa setiap orang juga punya prinsip, dan value   yang dipegang kuat dalam kehidupannya. Cuma nih ya, karena hidup itu juga perlu realistis, kadang ujian justru datang untuk menguji seberapa kuat prinsip yang kita pegang. Hidup gak selalu mulus kayak jalan tol. Sekalipun, mungkin ada manusia yang berang...

MEMOAR: Hari Baper Beswan Djarum 32 Se-Indonesia (PART I) ( 12 September 2016-14 September 2017)

Gambar
          Menjadi bagian dari Beswan djarum 2016-2017 angkatan 32 adalah salah satu bagian perjalanan hidup yang terindah. Sampai sudah purna pun, aku masih merasa seperti mimpi bisa mendapatkan ini semua, prosesnya yang panjang dan dengan segala pengorbanannya. Tulisan ini di dedikasikan untuk mengenang masa-masa sebelum jadi beswan, saat menjalaninya, hingga telah purna. Ditulis berdasarkan pengalaman nyata, dibumbui sedikit uneg-uneg di hati * ea prolognya kepanjangan buk! Masa SMA  Nah, katanya beswan kok malah nyambungnya masa SMA? Jadi ini sejarah awal perjalanan jadi beswan. Sejak SMA aku punya impian kalau kuliah nanti bisa mendapatkan beasiswa, tujuannya biar bisa meringankan beban orang tua dalam hal finansial, karena saat aku masuk bangku kuliah keluarga lagi mengalami masa surut dan badai ujian. Hehe. Sejak SMA pun aku udah aktif browsing info soal beasiswa untuk pendidikan S-1. Bahkan, waktu SD/SMP (lupa persis...

Aku, Karya, & Wattpadd

Gambar
Hai, dalam rangka ngisi waktu luang, meluapakan hasrat menulis,  dan mengasah bakat terpendam, aku sekarang mencoba nulis di media lain. Yuhu,  aku coba tulis di wattpad. Bisa cek wattpadd: @rahmitalaily Ini link buat karya puisi dan opini aku, http://my.w.tt/UiNb/sxKSxhzZbG Buat karya lainnya, ada cerpen judulnya 'Senja', ini persembahan buat sahabat-sahabat terbaik, dan untuk mengenang salah satu fase kehidupan saya. Linknya: http://my.w.tt/UiNb/tR80KFn0bG Kritik dan saran,  sangat saya tunggu. Thx. Semoga bermanfaat ya! With love, Rahmita Laily M.

Seblang: Tarian Sakral dari Ujung Timur Jawa dan Hubungannya dengan Kota Santet

Gambar
          Sebagai salah satu kota paling ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi menyimpan berbagai hal yang menarik, baik dari segi budaya, alam, maupun kearifan lokal. Namun, tulisan kali ini hanya akan membahas tentang salah satu budaya yang terkenal, dan masih terjaga hingga kini. Banyuwangi adalah kota yang sangat luas, lebih dari 20 kecamatan berada di kabupaten ini. Banyak isu dan prasangka yang timbul di benak masyarakat tentang Banyuwangi, salah satunya, terkenal dengan julukan ‘Kota Santet’. Diakui atau tidak, pada dasarnya setiap daerah, terutama di Indonesia, bahkan dunia sekalipun, memiliki ikon atau julukan melekat yang ditimbulkan dari berbagai macam prasangka di masyarakat. Hal ini sebenarnya wajar, dalam psikologi sosial, orang yang tidak memiliki pengetahuan luas terhadap seseorang atau sekelompok orang, memiliki kecenderungan untuk melakukan penilaian secara umum dengan mengeneralisasikan keadaan. Perumpamaan mudahnya seperti ini, kita bertemu d...

SEMU

Gambar
Sepagi itu engkau pergi Mendebarkan jantung Menelusupkan sesak Sejak awal hingga akhir Tanya terus menjalar Tentang bagaimana jika Tentang bagaimana bila Tentang bagaimana seandainya Lalu, mentari bersinar Di batas cakrawala aku melambaikan tangan Kepada engkau yang semu Bayanganmu jauh dari angin Meski entah mengapa dekat di nadi Kalau aku menunggu, pada bangku-bangku yang kosong atau pun, pada lautan lepas Akankah sepi menjadi riuh? Bagaimana menjelaskan cinta Jika kita di kutub berbeda? Tanya Terus Tak Berhenti Untuk apa kau alirkan irama Jika aku tak mampu membaca nada Menantang langit hanya untuk akhir cerita Bertanya tentang rahasia dan misteri Kita menyebutnya takdir, tapi bagaimana bisa, bayangmu sesemu itu? Hingga waktu pun terlelap dan jawab tak kunjung datang Menjadi gelap hingga kembali ke siklus yang sama Teruntuk kamu, yang abu-abu: Namamu menyelip diantara kata Tersemat di antara kisah Abadilah bersama cerita