Postingan

Beswan Djarum Part 2: Tips and Trick seleksi beswan djarum + Spoiler Nation Building, Character Building, dan Leadership Development

Menjadi bagian dari beasiswa djarum plus adalah sebuah kebangaan yang dulu cuma ada dalam khayalan doang. Tau-tau sudah purna dan melewati semua. Banyak mahasiswa yang memimpikan beasiswa ini setengah mati, tapi apa yang sebenarnya perlu disiapkan agar bisa lolos setiap tahapan seleksinya? Yuk disimak, sekalian aku bakal bocorin kegiatan pelatihan gokil yang dikasih selama kita menyandang status beswan djarum. 1.     Seleksi administrasi: Hal yang perlu dipersiapkan adalah semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk daftar, pastikan nggak ada 1 berkas pun yang tertinggal. FYI yang daftar untuk jadi beswan untuk jumlahnya belasan ribu, kalau kita teledor, 1 berkas dan syarat penting nggak terpenuhi, maka kita sama aja menutup satu pintu awal menuju proses berikutnya. Seleksi administrasi itu ibarat tiket masuk, kalau tiket aja kita gagal dan nggak punya gimana mau ke step selanjutnya? So, harus dipersiapkan dengan matang dan periksa dengan teliti. Jangan sampai...

Cerita panjang 11 Mei: (22 y.o Carut Marut Hidup dan Revisi Bukan Hanya Soal Skripsi!)

Usia saya bertambah lagi, Tuhan ternyata masih memberikan saya hidup sekali lagi. Bukan masalah pertambahan usia tua yang akan saya bahas, tapi perjalanan selama 21 tahun hiduplah yang akan dibagi. Siapa bilang hidup menjadi saya itu menyenangkan, penuh ambisi dan lurus-lurus aja? Salah besar, hidupnya penuh dengan drama jungkir balik yang bahkan sampai hari ini, saya masih merasa nggak meyangka bisa melalui semua.             Ada banyak hal yang menyakitkan yang saya lalui untuk bisa menjadi diri saya saat ini. Tahun 2009 sampai 2014 adalah menjadi masa terberat hidup, banyak ujian yang datang memaksa diri saya menjadi dewasa sebelum waktunya. Sering saya nangis kenapa hidup kok gini amat? Saat anak remaja menghabiskan harinya dengan gaya trendy dan menyenangkan, saya justru dihadapkan dengan beragam ujian yang menyesakkan. Bahkan masa SMA saya tiap harinya dilalui dengan mendung kelabu. Kalau kalian tanya apa yang kamu ing...

Tentang Menikah….

Perjalanan hidup di usia 20-an bagi sebagian besar perempuan dan laki-laki menimbulkan kembimbangan, gimana engga di awal usia 20 tahun saja sudah ada keterkejutan bahwa orang-orang yang dulu main dan ingusan bareng, mendadak memutuskan menikah. Eitss jangan negative thinking dulu, mereka menikah memang sudah siap bukan karena alasan lain ataupun gegara melakukan pelanggaran norma sosial di masyarakat. Dulu mendengar kabar ada teman menikah di usia awal dua puluh membuat saya nggak habis pikir, shocked , dan berkahir dengan mengurut kening, kok bisa sih? Memutuskan hal penting soal menikah secepat itu? Apa iya beneran? Dulu kayaknya kita ingusan bareng, kok sekarang malah mau nikah aja? Sampai di usia dua puluh satu-an serangan undangan nikah makin gencar, ya dari senior yang baru lulus lah, teman se genk , dan rekan seperjuangan di masa sekolah. Lagi tren kali ya nikah muda? Itu pertanyaan yang terlintas di otak. Berhubung rasa penasaran semakin besar, saya mengamati pola-pola ...

Sebuah Potret dan Refleksi Tentang “Belajar dan Sekolah”

“Gila sekolahnya bagus banget, pastilah SPP per bulannya mahal!”                 Itu kalimat jujur yang langsung terlintas di kepala saat dapat kesempatan menjadi tester di salah satu sekolah SD swasta elite di Malang. Saya seumur hidup baru kali ini merasakan masuk ke sekolah yang ruang kelas, fasilitas, dan manajemennya luar biasa, kesannya emang saya agak “ katrok dan ndeso ”. Sepanjang waktu persiapan ngetes saya potret sana, komen sini, berdecak kagum tak berhenti pada isi sekolah. Sepanjang masa sekolah dari SD sampai kuliah,   dan nyambi praktikum plus kerja, saya lebih sering masuk ke sekolah-sekolah pinggiran-sekolah swasta yang letaknya ‘ ndelesep di desa”, daripada masuk sekolah elite , kalaupun masuk ke sekolah favorit itu pun tarafnya sekolah negeri.                 Di tulisan ini seperti biasa saya ingin s...